contoh satuan layanan bimbingan untuk siswa SMP

 

 

 

 

SATUAN PELAYANAN BIMBINGAN KELAS

 

ATopik/Pokok Bahasan       : Kerjasama

B. Bidang Bimbingan            : Pribadi Sosial

C. Jenis Layanan                   : Bimbingan kelompok/kelas

D. Fungsi Layanan                : Pemahaman,Pengembangan

E. Standar Kompetensi        : Siswa mampu memahami pentingnya kerjasama dengan lawan jenis

F. Kompetensi Dasar            : Agar siswa dapat bekerja sama dengan lawan jenis

 

G. Indikator                           :

1. Siswa mampu menjelaskan arti kerjasama.

2. Siswa mampu menjelaskan manfaat dari kerjasama dengan lawan jenis.

 

H. Sasaran Pelayanan          : Siswa kelas VII

I. Materi Pelayanan              : Kerjasama

J. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas

K. Waktu                                : 1 x 45 menit

L. Penyelenggara                  : Guru pembimbing

M. Alat                                    :Laptop,view,kertas,pena,video,speaker aktif,music,power                              point

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

N. Prosedur (Kegiatan dan langkah-langkah):

 

  Guru pembimbing Siswa Waktu
1. Ice breaker: Kuda Berjalan

Siswa diposisikan duduk melingkar,pembimbing memberikan penjelasan cara bermainnya.

 

Berpartisipasi,aktif 5’
2. Pengantar

Guru pembimbing memberikan pengantar singkat tentang rencana kegiatan hari ini.

Terlibat aktif, berpartisipasi 5’
3. Pemberian materi : Menggunakan view dan laptop mengenai pengertian kerjasama,dengan menggunakan video dan lagu,video mengggambarkan kerjasama antara laki-laki dan perempuan. Terlibat aktif,berpartisipasi ,tanya jawab 10’
4.
  1. Dinamika Kelompok :
    1. siswa dibagi menjadi 5 orang tiap kelompok dengan aturan setiap kelompok harus berisi minimal 2 laki-laki atau sebaliknya.
    2. Hasil dinamika ditulis dipapan tulis oleh siswa dan siswa mampu menjelaskan pentingnya bekerja sama dengan lawan jenis.
Terlibat aktif 15’
5. Penguatan : guru pembimbing memberikan masukan berupa penguatan terhadap siswanya bahwa tidak perlu malu untuk bekerja sama dengan lawan jenis. Terlibat aktif 4’

6.

Refleksi : Siswa diberikan dua pertanyaan refleksi atas apa yang mereka dapatkan dari pembimbing. Terlibat aktif 3’
7. Penguatan dan Penutup:

  1. pembimbing kembali memberikan penguatan atas apa yang diberikan dan mengulang kembali materi yang dibahas agar semakin jelas mengenai pentingnya bekerja sama dengan lawan jenis dan sedikit membahas apa yang siswa dapat dari bimbingan .
  2. Siswa diharapkan mampu mempertahankan sikap berani bekerja sama dengan lawan jenis tanpa rasa malu ataupun canggung
  3. Penutup
Terlibat aktif 3’

 

 

 

O. Rencana Tindak Lanjut:

Kelompok yang sudah dibuat dikelas diharapkan menjadi kelompok belajar siswa diluar sekolah agar terbiasa dalam bersosialisasi dengan lawan jenis.

 

 

Yogyakarta,11 Maret 2013,

Guru pembimbing,

Agung Hananto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Handout

Kerjasama, atau kooperasi merujuk pada praktik seseorang atau kelompok yang lebih besar yang bekerja di khayalak dengan tujuan atau kemungkinan metode yang disetujui bersama secara umum, alih-alih bekerja secara terpisah dalam persaingan.

 

 

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENDENGARKAN CERITA MELALUI KERJASAMA KELOMPOK PADA SISWA SMP NEGERI

Mendengarkan sebuah cerita adalah salah satu kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai dikuasai oleh siswa sekolah dasar kelas enam. Kemampuan mendengarkan sebuah cerita merupakan salah satu jenis kemampuan mendengarkan yang sangat penting bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari- hari. Pada setiap saat siapa pun pasti akan mendengarkan berbagai informasi. Salah satu informasi tersebut berupa cerita. Jadi, betapa pentingnya siswa memiliki kemampuan mendengarkan cerita.

Pembelajaran mendengarkan sebuah cerita telah peneliti lakukan secara klasikal. Dalam pembelajaran tersebut peneliti membacakan sebuah cerita yang diambil dari buku pegangan siswa. Siswa secara perorangan ditugasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan antara lain mencatat tokoh cerita, alur cerita, latar cerita, sebab-sebab terjadinya konflik, dan menulis ringkasan cerita. Hasil pembelajaran tersebut ternyata di bawah Kriteria Ketercapaian Minimal (KKM).

Hasil refleksi diperoleh data bahwa selama proses pembelajaran para siswa banyak yang mengeluh dan munculnya rasa tidak percaya diri. Mereka merasa sangat kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Ini merupakan gambaran kegagalan proses pembelajaran.

Uraian tersebut merupakan gambaran kegagalan terhadap proses dan hasil belajar. Kegagalan tersebut merupakan masalah yang harus segera diatasi. Sebab, kemampuan mendengarkan merupakan kemampuan yang sangat penting bagi siswa. Kemampuan men-dengarkan merupakan bekal bagi siswa untuk mempelajari KD yang lain dalam mata pelajaran bahasa

Indonsia dan mata pelajaran yang lain. Bahkan kemampuan mendengarkan sebagai bekal bagi siswa dalam menjalani kehidupannya di masyarakat.

Untuk mengatasi kegagalan tersebut, peneliti mem-pelajari beberapa buku model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut adalah model kerjasama kelompok. Model kerjasama kelompok merupakan salah satu komponen model kontekstual yang dikenal dengan istilah masyarakat belajar.

Departemen Pendidikan Nasional (2002a:15) menjelas-kan, ”Konsep masyarakat belajar menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain.” Konsep tersebut menunjukkan bahwa masyarakat belajar merupakan kumpulan individu yang bekerjasama dalam satu kesatuan kelompok yang setiap anggotanya bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah disepakati sesuai dengan kompetensinya dan mempunyai hubungan tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Dengan cara kerjasama antar siswa dalam kelompok, peneliti yakin bahwa proses pembelajaran mendengarkan cerita akan berlangsung secara efektif dan hasil belajar pun akan meningkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BEKERJASAMA DAN BELAJAR

Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Mendengarkan Cerita melalui Kerjasama Kelompok.

Kerja sama atau belajar bersama adalah proses beregu (berkelompok) di mana anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan  untuk mencapai suatu hasil mufakat. Ruang kelas suatu tempat yang sangat baik untuk membangun kemampuan kelompok (tim), yang Anda butuhkan kemudian di dalam kehidupan.
Kerja sama/belajar bersama adalah saling mempengaruhi sebagai anggota tim, Anda:

  • Membangun dan membagi suatu tujuan yang lumrah
  • Sumbangkan pemahamanmu tentang permasalahan: pertanyaaan, wawasan, dan pemecahan
  • Tanggap terhadap, dan belajar memahami, pertanyaan lain, wawasan dan penyelesaian.
  • Setiap anggota memperkuat yang lain untuk berbicara dan berpartisipasi, dan menentukan kontribusi (sumbangan) mereka.
  • Bertanggung jawab terhadap yang lain, dan mereka bertanggung jawab pada Anda
  • Bergantung pada yang lain, dan mereka bergantung pada Anda

Apa yang dilakukan tim belajar yang baik? What makes for a good learning team?

  • Kegiatan tim berawal dengan latihan, dan proses pengertian kelompok.
    Seorang instruktur mulai dengan memfasilitasi diskusi dan memberikan nasehat alternatif
    tetapi jangan membebankan pemecahan pada tim, khususnya bagi mereka  yang sulit bekerja sama.
  • Tiga sampai empat orang
    Tim yang besar menyulitkan untuk melibatkan setiap orang
  • Guru- menempatkan kelompok
    Menentukan kelompok berfungsi lebih baik daripada menempatkan diri sendiri
  • Berbagai  tingkat ketrampilan (kemampuan), latar belakang, pengalaman:
    • Setiap individu memperkuat kelompok
    • Setiap anggota kelompok bertanggung jawab tidak hanya untuk menyumbangkan kekuatannya, tetapi juga membantu pemahaman sumber dari kekuatan mereka.
    • Siapa saja yang tidak  beruntung atau  tidak senang dengan  keseluruhan mayoritas  harus diberanikan dan  didorong untuk berpartisipasi secara proaktif.
    • Belajar adalah pengaruh yang positif dengan peningkatan pilihan berbagai perspektif dan pengalaman untuk memecahkan persoalan, dan memperluas jarak rincian pertimbangan
  • Tanggung jawab setiap anggota untuk mencapai suatu tujuan ditentukan dan dimengerti melalui kelompok
    • Jarak kerahasiaan antar anggota kelompok adalah cara terbaik untuk menilai siapa dia dan siapa yang tidak berkontribusi (berpartisipasi)
    • Kelompok mempunyai hak untuk memecat mereka yang tidak bekerja sama dan tidak berpartisipasi kalau semua bantuan gagal.
      (Orang yang dipecat kemudian dicarikan kelompok yang lain yang mau menerima dia)
    • Seseorang dapat berhenti apabila mereka bekerja banyak dengan sedikit bantuan dari yang lain.
      (Orang ini sering mudah menemukan kelompok yang lain yang akan meneriman bantuannya)
  • Pembagian prinsip-prinsip pengoperasian dan tanggung jawab, ditetapkan dan disetujui oleh setiap anggota. Semua ini termasuk:
    • Tanggung jawab untuk hadir, menyiapkan, dan tepat waktu di dalam rapat
    • Ada diskusi-diskusi dan ketidaksepakatan terhadap pokok persoalan, menghindari kritik perorangan
    • Bertanggung jawab untuk membagi tugas dan menyelesaikannya tepat waktu
      Anda perlu melakukan tugas-tugas dengan sedikit pengalaman yang Anda miliki, dengan sebelumnya merasa persiapan tidak sempurna, atau bahkan berpikir yang lain akan berbuat yang terbaik. Terimalah tantangan, tetapi legalah di dalam keadaan bahwa Anda perlu bantuan, latihan, seorang pembimbing, atau harus berhenti dan melakukan tugas yang berbeda.

 

Cara Menumbuhkan Semangat Kerjasama di Sekolah

Dalam pandangan manajemen moderen,  kerja sama merupakan hal yang amat mendasar dalam sebuah organisasi. Sekolah adalah sebuah oganisasi. Di dalam sekolah terdapat struktur organisasi, mulai kepala sekolah, wakil kepala, dewan guru, staf, komite sekolah, dan tentu saja siswa-siswi. Dalam sekolah terdapat kurikulum dan pembelajaran, biaya, sarana, dan hal-hal lain yang harus direncanakan, dilaksanakan, dipimpin, dan diawasi, yang kesemuanya itu bermuara pada hubungan kerja sama.

Terkait dengan cara menumbuhkan semangat kerjasama di lingkungan sekolah, Michael Maginn (2004) mengemukakan 14 (empat belas) cara, yakni:

  1. Tentukan tujuan bersama dengan jelas. Sebuah tim bagaikan sebuah kapal yang berlayar di lautan luas. Jika tim tidak memiliki tujuan atau arah yang jelas, tim tidak akan menghasilkan apa-apa.  Tujuan memerupakan pernyataan apa yang harus diraih oleh tim, dan memberikan daya memotivasi setiap anggota untuk bekerja. Contohnya, sekolah yang telah merumuskan visi dan misi sekolah hendaknya menjadi tujuan bersama. Selain mengetahui tujuan bersama, masing-masing bagian seharusnya mengetahui tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan bersama tersebut.
  2. Perjelas keahlian dan tanggung jawab anggota. Setiap anggota tim harus menjadi pemain di dalam tim. Masing-masing bertanggung jawab terhadap suatu bidang atau jenis pekerjaan/tugas. Di lingkungan sekolah, para guru selain melaksanakan proses pembelajaran biasanya diberikan tugas-tugas tambahan, seperti menjadi wali kelas, mengelola laboratorium, koperasi, dan lain-lain. Agar terbentuk kerja sama yang baik, maka pemberian tugas tambahan tersebut harus didasarkan pada keahlian mereka masing-masing.
  3. Sediakan waktu untuk menentukan cara bekerjasama. Meskipun setiap orang telah menyadari bahwa tujuan hanya bisa dicapai melalui kerja sama, namun bagaimana kerja sama itu harus dilakukan perlu adanya pedoman. Pedoman tersebut sebaiknya merupakan kesepakatan semua pihak yang terlibat. Pedoman dapat dituangkan secara tertulis atau sekedar sebagai konvensi.
  4. Hindari masalah yang bisa diprediksi. Artinya mengantisipasi masalah yang bisa terjadi.  Seorang pemimpin yang baik harus dapatmengarahkan anak buahnya untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul, bukan sekedar menyelesaikan masalah. Dengan mengantisipasi, apa lagi kalau dapat mengenali sumber-sumber masalah, maka organisasi tidak akan disibukkan kemunculan masalah yang silih berganti harus ditangani.
  5. Gunakan konstitusi atau aturan tim yang telah disepakati bersama. Peraturan tim akan banyak membantu mengendalikan tim dalam menyelesaikan pekerjaannya dan menyediakan petunjuk ketika ada hal yang salah. Selain itu perlu juga  ada konsensus tim dalam mengerjakan satu pekerjaan..
  6. Ajarkan rekan baru satu tim agar anggota baru mengetahui bagaimana tim beroperasi dan bagaimana perilaku antaranggota tim berinteraksi. Yang dibutuhkan anggota tim adalah gambaran jelas tentang cara kerja, norma, dan nilai-nilai tim. Di lingkungan sekolah ada guru baru atau guru pindahan dari sekolah lain, sebagai anggota baru yang baru perlu ”diajari” bagaimana bekerja di lingkungan tim kerja di sekolah. Suatu sekolah terkadang sudah memiliki budaya saling pengertian, tanpa ada perintah setiap guru mengambil inisiatif untuk menegur siswa jika tidak disiplin. Cara kerja ini mungkin belum diketahui oleh guru baru sehingga perlu disampaikan agar tim sekolah tetap solid dan kehadiran guru baru tidak merusak sistem.
  7. Selalulah bekerjasama, caranya dengan membuka pintu gagasan orang lain. Tim  seharusnya menciptakan lingkunganyang terbuka dengan gagasan  setiap anggota. Misalnya sekolah sedang menghadapi masalah keamanan dan ketertiban, sebaiknya dibicarakan secara bersama-sama sehingga kerjasama tim dapat berfungsi dengan baik.
  8. Wujudkan gagasan menjadi kenyataan. Caranya dengan menggali atau memacu kreativitas tim dan mewujudkan menjadi suatu kenyataan. Di sekolah banyak sekali gagasan yang kreatif, karena itu usahakan untuk diwujudkan agar tim bersemangat untuk meraih tujuan. Dalam menggali gagasan perlu mencari kesamaan pandangan.
  9. Aturlah perbedaan secara aktif. Perbedaan pandangan atau bahkan konflik adalah hal yang biasa terjadi di sebuah lembaga atau organisasi. Organisasi yang baik dapat memanfaatkan perbedaan dan mengarahkannya sebagai  kekuatan untuk memecahkan masalah. Cara yang paling baik adalah mengadaptasi perbedaan menjadi bagian konsensus yang produktif.
  10. Perangi virus konflik, dan jangan sekali-kali ”memproduksi” konflik. Di sekolah terkadang ada saja sumber konflik misalnya pembagian tugas yang tidak merata ada yang terlalu berat tetapi ada juga yang sangat ringan. Ini sumber konflik dan perlu dicegah agar tidak meruncing. Konflik dapat melumpuhkan tim kerja jika tidak segera ditangani.
  11. Saling percaya. Jika kepercayaan antaranggota hilang, sulit bagi tim untuk bekerja bersama. Apalagi terjadi, anggota tim cenderung menjaga jarak, tidak siap berbagi informasi,  tidak terbuka dan saling curiga.. Situasi ini tidak baik bagi tim. Sumber saling ketidakpercayaan di sekolah biasanya  berawal dari  kebijakan yang tidak transparan atau konsensus yang dilanggar oleh pihak-pihak tertentu dan kepala sekolah tidak bertindak apapun. Membiarkan situasi yang saling tidak percaya antar-anggota tim dapat memicu konflik.
  12. Saling memberi penghargaan. Faktor nomor satu yang memotivasi karyawan adalah perasaan bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan danm prestasi organisasi. Setelah sebuah pekerjaan besar selesai atau ketika pekerjaan yang sulit membuat tim lelah, kumpulkan anggota tim untuk merayakannya. Di sekolah dapat dilakukan sesering mungkin setiap akhir kegiatan besar seperti akhir semester, akhir ujian nasional, dan lain-lain.
  13. Evaluasilah tim secara teratur. Tim yang efektif akan menyediakan waktu untuk melihat proses dan hasil kerja tim. Setiap anggota diminta untuk berpendapat tentang kinerja tim, evaluasi kembali tujuan tim, dan konstitusi tim.
  14. Jangan menyerah. Terkadang tim menghadapi tugas yang sangat sulit dengan kemungkinan untuk berhasil sangat kecil. Tim bisa menyerah dan mengizinkan kekalahan ketika semua jalan kreativitas dan sumberdaya yang ada telah dipakai. Untuk meningkatkan semangat anggotanya antara lain dengan cara memperjelas mengapa tujuan tertentu menjadi penting dan begitu vital untuk dicapai. Tujuan merupakan sumber energi tim. Setelah itu bangkitkan kreativitas tim yaitu dengan cara menggunakan kerangka fikir dan pendekatan baru terhadap masalah.

 

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kerjasama

http://www.studygs.net/melayumanado/cooplearn.htm

Diambil dan disarikan dari: Direktur Tendik Ditjen PMPTK Depdiknas. 2008. Menumbuhkan Semangat Kerjasama di Lingkungan Sekolah (bahan diklat peningkatan kompetensi pengawas sekolah). Jakarta.

http://penelitiantindakankelasptk.wordpress.com/2011/10/29/peningkatan-kemampuan-siswa-dalam-mendengarkan-cerita-melalui-kerjasama-kelompok-pada-siswa-smp-negeri-ptk-93/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar kerja

1.Apakah materi yang didapat hari ini bermanfaat?

2. Menurut anda pentingkah kerja sama dengan lawan jenis?

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s