Dampak Ketidaksetaraan Gender

Dampak atau akibat ketidaksetaraan gender bagi perkembangan pribadi
Dahulu R.A. Kartini sudah melakukan sebuah pergerakan emansipasi wanita namun sepertinya semangat beliau kandas oleh perkembangan jaman. Wanita jaman sekarang seperti seperti lupa dengan apa yang dicetuskan oleh ibu Kartini,kembali lelaki menguasai segala bidang. Diera sekarang memang ketika ibu Megawati diangkat menjadi presiden RI sepertinya wanita akan menjadi pelopor perubahan bangsa Indonesia namun tidak sampai berakhir jabatan beliau sudah digantikan oleh K.H. Abdul Rahmanwahid. Dan sekarang ini yang terjadi dibangsa kita diantaranya :
1. Ketidaksetaraan peran dalam keluarga
Dalam keluarga terutama keluarga jawa,masih menganut budaya lama yaitu wanita hanya “konco wingking” yaitu kerjanya hanya didapur memasak dan laki-lakilah yang mencari uang. Hal ini dikarenakan laki-laki akan merasa tidak bertanggung jawab jika mereka yang berdiam diri dirumah sedangkan istrinya yang harus mencari nafkah. Pemberian pemahaman akan pentingnya persamaan gender,agar seorang pria bisa memahami dan menyadari bahwa bisa menerima perannya dalam keluarga yang tidak selalu menjadi pencari nafkah.

Dampak terhadap kehidupan keluarga :
• Terjadinya KDRT dikarenakan masakan istri yang tidak enak/tidak sesuai dengan keinginan sang suami.
• Suami yang egois karena merasa yang mencari uang sehingga istri diperlakukan sesuka sang suami.
• Istri tidak berkembang dalam arti hanya didapur,dalam rumah tanpa memiliki pengetahuan didunia luar.

2. Ketidaksetaraan dalam bidang pekerjaan
Seorang wanita tidak pantas untuk bekerja lembur sampai pagi,karena ketika seorang wanita bekerja hingga larut warga sekitar akan mengganggap wanita tersebut tidak baik. Sedangkan ketika seorang laki-laki mau pulang kerja jam berapa pun tidak akan jadi masalah. Alibi yang sering diberikan oleh pria yaitu karena kerjaan kantor menumpuk, panggilan luar kota sehingga harus pulang larut bahkan sampai beberapa hari. Hal ini mengakibatkan :

• Suami marah-marah dirumah karena istri tidak bisa memenuhi kebutuhan dirumah,karena suami pengangguran dan mengandalkan wanita yang bekerja tidak menentu. Istri lembur dimarahi suami sedangkan jika kerja tidak penuh uang yang dihasilkan tidak mencukupi untuk keluarganya.
• Suami akan merasa terhina jika istri memiliki pekerjaan yang lebih baik darinya. Dan hal ini kadang yang membuat laki-laki kadang melakukan KDRT terhadap istrinya.

3. Ketidaksetaraan dalam bidang pendidikan
Laki-laki harus memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik dari perempuan dikarena laki-laki kelak akan menjadi pemimpin dan pencari nafkah untuk keluarganya. Hal ini mengakibatkan:

• Wanita tidak mendapatkan pendidikan sesuai dengan keinginannya, misalnya di desa yang pelosok wanita cukup lulus SMP dan hanya menunggu pinangan dari laki-laki.
• Wanita dianggap remeh oleh pria karena seorang pria merasa lebih tinggi pendidikannya sehingga semena-mena terhadap wanita.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s