Juned (Riyawatmu kini)

“Dimana kawanku,inginku menyapa

 beri aku ruang,tempatkan diriku

 Dimana kawanku,semakin menjauh

 Beri aku arti,tak ingin berbeda”

 

Simple itulAH sebait lirik dari lagunya Padi,tak perlu neko buat menjadi pribadi yang diterima ditengah pergaulan. . .Jika ditanya apa modalmu dalam bersahabat atau menjalin relasi?

Jika pertanyaannya ditujukan kepada saya,ya karena saya orang sederhana(la meh neko2 ra nduwe bondo). . .tapi Kejujuranlah yang saya kedepankan dalam menjallin sebuah relasi. .

Kadang sulit untuk berkata jujur katanya si takut menyakiti hati sahabat kita,tapi jujur didepan lebih baek daripada dipendam malah jadi beban sialnya lagi jadi penyakit dan musibahnya lagi jadi Gemblung.

 Pernah saya bertanya sama Preman,”mas sekarang dah berhenti minum ya?” dia menjawab sambil senyum2 sendiri malah takut saya,saya pikir dia nafsu ma saya. . .”iya mas dah insaf saya sekarang gini mas(angkat kedua tangan kedepan muka gaya orang mau sholat)

 

 

dalam hati saya hebat bener ne orang bisa insaf padahal dlu pernah bunuh 110 orang dlm waktu satu menit,Tapi ko malah ketawa2nya pak preman semakin menjadi la yo tak tanya lagi. . “kenapa ketawa pak?”,,,”nggak mas,mas tau maksud saya angkat tangan? hahaha”

‘maksud bapak Sholat kan pak??. . (penasaran).”ah mas sok tau..maksud bapak tu sekarang minumnya pake Galon biar mantep”…hadewwwww. . .

 

Memang dunia ini semakin gila,kemaren saya naek bus ada bapak2 tiap menit tu sok sibuk dengan HP nya(sebenernya iri saya,bapak2 aja bisa exist saya yang muda malah ngk bunyi HP nya.Sekali bunyi eh…Laporan Masa Tenggang habis).

Ya mungkin Hp baru ya beliau jadi sok exist,”hallo,hallo?Santi? . . .piye  kabere?apek?motore sing pak de tukoke wes tekan?”. . .sombongnya orang ini.

(unsur sirik lagi),la saya pe segede gini masih ngangkot.

“yowes diopeni,nek perlu tukokke koco karo lem alteco”wah dalam hati tu motor buat dipake apa mau dimuseumkan.

 

Wah emang homoris nie orang. . .telpon lagi dia ma orang Semarang. . .”Dedi,piye kabare?kapan keSOlo?”. . .”wah kowe kok kere wae ton ded ded,,,La mbok pelihara tuyul2 second lho ben sugih..hahahhha(ketawa tu bapak). . .heh ded,kowe ngopo ng semarang,semarang kie kaline banjir

heh ded,ded,ded,rungoke sek ded,heh ded..”(keras sampai semua penumpang noleh ketempat tu bapak) dan dimatiinLah tu hp,emang jaman sekarang dunia terbalik. . .yang muda merana yang tua semakin menggila.

 

Asik lo mbahas soal cinta man!!!. . .pernah ne gue(gaul sekarang),guee punya temen SMA yang masyaallah gaul n tajir walau tampang tipe 45 tua gitu.Namanya Juned.

Dia punya masalah satu,ngk pernah berani mengungkapkan  rasa sayangnya sama orang yg dia sayang. Jangankan pacar la mau minta tambah uang jajan sama ibunya aja ngk berani coy. . .lidik punya lidik ternyata dia trauma gan,Pernah dia menyatakan cinta ma cewek katakan saja BUnga. . .

Setelah PDKT dengan bunga kurang lebih 2minggu lebih 2 jam akhirnya Juned memberanikan diri menemui pujaan hatinya. Tepatnya hari sabtu malem minggu Juned kerumah Bunga dengan mobil yang inisial mobilnya Jazz dengan penuh suka cita. Preketeeekkksuara pintu terbuka dan Nampak ibu2 tua dengan senyum mempesonanya menyambut juned. “Cari siapa nak?”Tanya ibu tua “ Maaf nek, ehhm benar ini rumahnya Bunga?”lo soal sopan santu memang juned juara deeh.

“Owhh bunga? Ada tu didalam, masuk nak  . . .sebentar nenek panggilkan”Juned sambil masuk dan nenek juga masuk lebih dalam bedanya nenek kedapur manggil bunga juned cukup diruang tamu.

Muncullah bunga dari balik tirai dengan senyum manisnya, “Lemet ….”panggil bunga kepada juned.

Otomatis juned kaget, nama dia juned kok dipanggil lemet(makanan khas jawa,yang pake gula jawa tuu nenek gue lo buat enak banget lhoo,,,plllakkkk malah curhat).

“Maaf Bunga ini Juned, bukan lemet”(dengan muka mupeng dan penuh malu).

 “Oyaa ya, maaf aku barusan makan lemet buatan nenek jadi salah deeh manggil kamu, ehmm ngomong2 kok kesini. Ada apa ya?”

Singkat cerita setelah Juned ngebrel2 lama dengan  bunga, akhirnya tiba saatnya Juned mengungkapkan isi hatinya. . ..

“Bunga, , , sebenarnya ak . . .ak . . akku kesini Cuma mau ngo ngo ngomonng sesuatu sama kamu . . .”mulai keringat dingin  . . . dan kaki pegel(soalnya dari tadi ngobrolnya lesehan).

Dengan santai bunga menjawab “ Mau ngomongi apa Jun? soal makan kemaren?apa soal …..“ dengan senyum mempesona tak kalah dari neneknya tadi

“Buk bukkan itu bunga . . .Aku tegang,(%^%^%^)minta minum dong”Maklum selama 2 jam ngobrol Juned blm dikasih minum, ada buah tapi Cuma buah replika doang.

Mendengar kata tegang Bunga pun langsung Njundil(schok), , ,tapi mendengar kata minum bunga pun tau, jika Juned memang haus.

“Ohh maaf Jun, aku nggak ada air dingin, Dari tadi pesen gallon nggak dateng2… adanya air termos kamu mau?”

“Ya nggak papa Bung, dari pada aku kekeringan “bergegaslah bunga mengambil air panas. . .

Disaat bunga mengambil minum Juned berpikir cara yang paling tepat mengungkapkan isi hatinya namun terdengar suara dari dapur bunga. . .

“Minuman panas buat siapa mah? . . .”

“Haaaah Ma?mama?(dalam hati juned, bukannya tadi dirumah Cuma ada bunga dan neneknya)terus siapa yang memanggil mamah dan siapa mamah itu.

Ini jun air panasnya, , ,”dengan senyum yang aduhai . .

Sambil melihat senyum bunga juned pun menjawab”iya” sambil mengangkat minuman untuk dia tenggak dan tanpa sadar dia meminum air panas . . .

Krumpyaaangg , , ,, gelas terlemparr “BuuuaaaAAHHAAHAA…Panasss panassss” . . .tangan juned mengipas-ipas mulutnyaaaa. . .

“Kamu kenapa Jun?”Tanya Bunga

Dalam hati Juned berkata “wah ni wanita sakit apa gila apa malah sakit gila, orang kepanasan ditanya kenapa”

“Panas Bung, Panas. . .”

Tiba-tiba keluarlah dari dalam rumah Bunga seorang lelaki usia setengah abad dengan menggendong bayi kira2 usia setengah tahun.

“Bunga itu siapa?Ayah kamu?”Tanya Juned

“Maaf Om, saya kepanasan”UcAP Juned kepada bapak2 itu

“Ohh kamu kepanasan gara-gara minum air buatan mama nya Dinda ya?”sahut om setengah abad yang sudah rata dengan kulit kepalanya

“Hahhh???”juned binggung. . .”Ibunya dinda?”

“Bayinya namanya dinda ya om?” . .. “iya mas”

Juned bertanya2 dalam hati. . .”aH masak nenek2 tua yang tadi mbukain pintu itu bisa punya anak lagi?kan udah 70tahun”

 

“OyA om,tadi bukan ibunya Dinda yang buat tapi anak om si Bunga  . . .”sudah cukup reda rasa panas dilidah dan juned sedikit ngeweh ngeweh . . .

Si Om pun tersenyum. . .

“Kenapa Om? “Tanya Juned penarasan dengan senyuman si Om

“nggAK papa mas, iya tadi yang buatin minum mas tu Bunga ibunya Dinda”jawab om santai

“Hahhhh??(JUned schokk)”rasanya ingin menenggak lagi air panas yang dibuatin dinda.

“Maksud Om, bunga istri om?la terus nenek2 tadi siapa?”Tanya Juned dengan hawa panas luar dalam.

“Iya mas, ini Dindahasil kerja keras kami berdua”(tersenyum).”Kalo nenek tapi itu mertua saya mas. . .”

“Apaaa????”Juned pun lemah tak berdaya, , , tanpa ada kata pamit juned pun keluar rumah Bunga. Juned hancur, Juned nestapa, Juned Gembira eh salah maksudnya Juned merana. Ternyata selama ini Bunga yang dia damba sudah punya suami . . .

Tapi emang nggak bisa disalahi si, soalnya Bunga adalah penjual makanan  kantin sekolah yang masih muda usia bukan siswa SMA.

Begitulah pengalaman teman Gue, si Juned. Miris memang tapi ya nasib  . . .nggak ada yang tau.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s